07
Apr

Kesetiaan Tim dan Perselingkuhan Cintaku dengan Dallas Cowboys

Awak masih ingat hari awal mula aku naksir pada Dallas Cowboys. Kegilaanku dengan delegasi dimulai buat menonton Nomor satu Bowl XII pada perian 1978 buat para Koboi mengalahkan Denver Broncos. Itu adalah aduan yang tidak pernah aku lupakan, dan sampai musim ini bakti saya bakal tim tentu sangat abadi.

Saya gres berusia sebelas tahun sementara itu, barang bukan bersama-sama kakak bini saya nang telah membacakan untuk memandang pertandingan nang disebut sepakbola, saya agak-agak tidak mau pernah berprofesi penggemar gerak badan ini. Sedang itu kami tinggal pada Albuquerque, New Mexico, bersama keluarga aku tidak pernah menonton kontes sepak bola. Cuma seperti yang sering berlangsung ketika seorang adik mematuhi jejak nang lebih antik, saya melisankan untuk melihat Super Bowl karena akang saya bakal menonton. Sedia banyak kesan sebelum kompetisi tentang sapa yang akan menang, dan itu melahirkan rasa kuriositas kakak saya. Di awal pertandingan, aku berdua menyukai seragam Broncos dan Koboi saat kami mencoba melafalkan tim mana yang bakal di-root. Laksana pecinta fauna, saya kian cenderung membelok Denver cuma karena helm mereka membawa kuda.

Kemudian keajaiban bermula terungkap. Cowboys mengambil alun-alun, dan dengan gelandang Roger Staubach dalam pucuk pimpinan “Da Boys” untuk kekuasaan besar akan Denver, kesetiaan kami dan Big D disegel. Sejak hari itu, adik saya dan abdi tidak pernah berakar untuk tim tak. Melalui segenap kemenangan tim dan kekalahan yang memerihkan, kami tetap penggemar bakti.

Saya acap bertanya-tanya bermula mana kepatuhan tim ini berasal. Aku bukan dari Dallas beserta saya melulu pernah ke Texas amat dalam bangkit saya. Adikku dan awak bahkan bercandai tentang eka hari jenguk Stadion Texas (sebelum kematiannya) untuk menampak pertandingan kampung seolah-olah aku adalah peziarah olahraga berbobot perjalanan kerohanian ke kiblat sepakbola aku. Bagaimanapun, kami dibaptis pada usia adimas dan encer dipengaruhi dengan telah beribadah di mazbah para Koboi sejak bagi itu.

Saya berkali-kali melabrak paman aku karena acap berganti baik tim kerap kali dia alih ke kerajaan bagian nang berbeda. Tim yang beliau rangkak kebanyakan bergantung pada tempat dirinya tinggal demi itu. Saya telah bersemayam di bagian luar negeri dengan di jumlah negara bagian yang abnormal, tetapi cinta dan abdi saya hendak para Koboi tidak suah berubah. Kendatipun saya lahir di Oakland, hokibet California, bersama kemudian berbobot kehidupan mudik untuk berdomisili di Bay Area, abdi tidak bakal tertangkap mati mengenakan kaus atau ketopong San Francisco 49ers. Itu akan terasa tidak bersahaja.

Secara investigatif rasanya konyol untuk begitu loyal kepada tim nang pemainnya dijual dan diperdagangkan secara berkelanjutan. Apakah aktor benar-benar menyuntikkan ikatan emosional dengan baluwarti yang gubah mainkan untuk mengetahui abad jabatan menazamkan mungkin kaki gunung? Baru-baru ini baluwarti San Francisco dipenuhi dan jutaan buaya berteriak dan memuja membayangkan Giants beserta kemenangan World Series membuat. Para anggota diperlakukan sebagai pahlawan penawan yang meminta kebanggaan pulang ke kota besar mereka. Aku marah ketika para pemain yang kami kenal dengan cintai memutuskan untuk berasimilasi dengan tim lain, apalagi saingan. Konon seperti kita ditipu. Beraninya mereka berpaling sisi setelah semua cinta dan derma yang selesai kita rasakan! Pengkhianat! Awam kita betul-betul menghargai baik sehingga kita lupa hendak fakta alkisah para kontestan dibayar kerjakan melakukan acara dan lain memuliakan baluarti tempat mereka bermain.

Tidak seperti banyak penggemar, bahkan yang laki-laki, saya enggak mengidentifikasi bersama atlet intoleran dan anut kehidupan atau statistik menazamkan dengan akurat. Saya tidak melakukan formalitas aneh awal pertandingan untuk menunjukkan asistensi saya kerjakan tim abdi, dan saya tidak bangkit secara abadi melalui menazamkan. Itu selalu membingungkan abdi ketika beberapa penggemar nang terobsesi membangkitkan mobil dan menciptakan haru biru di berdarmawisata kota menazamkan untuk merayakan kemenangan delegasi. Ya, itu menggangguku demi para Koboi kalah dan aku merasa gembira buat mereka berbuah, tapi aku tahu itu hanya atraksi dan bangun terus berjalan. Saya lain tahu mengapa penggemar bukan setia bakal tim gubah. Yang ana tahu merupakan bahwa akan usia sebelas tahun, abdi menonton pertandingan yang hisab dan menarik yang disebut sepakbola, dengan tim yang menang atraktif napas saya. Saya sudah ketagihan berawal itu.